Sunday, June 2, 2013

Catatan Akhir Sekolah

     13 Juni 2009 Hari pertama gw masuk sebagai siswi sebelas ipa 1 SMAN 14 BEKASI. Kesan pertama gw takut sama kelas ini. Diliat dari namanya aja uda horor banget. Ipa adalah kumpulan pelajaran yang berisi hitungan di dalamnya orang orang IPA biasanya lebih mengutamakan cara berpikir yang logis dan menyukai kesunyian di jam belajar mereka (source: otak gw). Dan 1(satu) adalah angka keramat yang dipandang tinggi. Biasanya hanya orang ahli di bidangnya yang termasuk di dalamnya contoh, juara 1, ranking 1 dan semacamnya. Artinya ipa 1 adalah kumpulan orang orang yang ahli dalam bidang sains yang mengandalkan logika mereka. Pastinya akan ada banyak kesunyian dan orang yang bertampang ala professor  memakai kacamata yang pekerjaannya hanya menghitung dan meghitung. Terbukti, waktu pertama KBM gak ada yang namanya ngerumpi atau arisan ibu ibu di dalam kelas. Semuanya menjaga mulut mereka anteng menyimak pelajaran yang guru berikan. Tapi satu yang lucu dari situ ketika gw liat seorang bapak yang memakai seragam coklat perawakannya  sedang tubuh yang agak gemuk melewati pintu masuk ke kelas kami. Yang menarik adalah senyuman yang terasa tulus. Sepertinya tidak ada kata ”tegas” yang menjadikan ciri para penganut ilmu sains di dalam dirinya. Dia mengajarkan kimia kepada kita tapi belakangan diketahui beliau adalah orang hebat yang mempunyai pikiran dan pandangan yang luas.

     Kelas pertama kami adalah kelas paling ujung yang terletak disamping lapangan basket dan  jauh dari amatan guru. Ada  kebosanan yang amat ketika berada di ruangan tersebut. Selang seminggu berlalu datang  anak pindahan dari tamhar dia duduk persis di depan gw bareng fitri, mukanya bisa di bilang pasaran *upss hehee* abis gw  heran liat tu anak kaya siapa gitu. Karna dia duduk di depan gw  dan kepribadiannya yang hampir mirip secara alamiah kita mulai akrab, pola pikirnya ga jauh beda ama gw mungkin karna zodiak kita sama tapi kalo lagi kesel soal pendapatnya yang gak sejalan sama orang lain dia mulai berubah jadi emak emak yang kalah rebutan suami jutek abis. Tapi semua orang gak ada yang sempurna , iya kan?
     Di akhir semester 1  nama kebanggaan kita “OM-CREFSONE” terbentuk tapi kita bukan fansnya snsd atau di kenal  girls generation (sone.red) om crefsone adalah singkatan dari one of more creativity from science one keren kan! Tapi yang paling ga enak anak om crefs sendiri manggil dirinya om apalagi kadang di kontak list mereka no hp anak om crefs diformat OM-[NAME]  misal nomer gw ditulis OM-ERSA kesannya jadi nomer hp om gw donk wkwkwkwk… ada gak si panggilan yang lebih keren di banding om? Ada yang punya ide?  Tapi yang menyedihkan saat itu kita harus kehilangan satu orang yang berharga bernama Itok Novianto si pencerah kelas dia salah satu seniman terbaik omcrefs. Dia pindah ke daerah asalnya Solo sampai sekarang kita masih sering berkomunikasi dengannya *theme song Itok telah pergi*
     Awal semester 2 karna kelas yang kita tempati harus di multi fungsikan sebagai aula alhasil selama libur semester 1 dinding pembatas antar kelas dihilangkan dan sebagai gantinya hanya seng yang bisa di buka tutupkan dengan itu suara dari kelas di sebelah kita sangat jelas hingga sering memunculkan kegaduhan di kelas. Karena kita anak ipa yang harus sunyi dalam belajar kita dipindahkan ke kelas bekas markas osis dan eskul yang terletak di lantai kedua di gedung yang behadapan dengan gedung pertama. Kelas kita sejajar dengan kelas ips dan harus dipisahkan dengan kelas ipa yang lain. Di kelas ini semuanya dimulai. Ipa 1 tak lagi menyebalkan, hampir ga ada kata sunyi yang melanda kelas. Dalam waktu yang relative singkat kita menjadi liar. Anak anak udah mulai menyatu dengan kata om crefsone kita jadi sering main bareng bahkan jalan jalan bareng. Selagi libur TO UN kelas 3 kita pergi bersama ke kota tua walau menempuh perjalanan ber mil mil tapi itu tak bisa di bandingkan dengan kesenangan dan senyuman tanpa beban yang kita dapat selama seharian penuh. Kita menunjukan bahwa kita emang kompak seolah olah kita hanya butuh om crefs di sekolah dan ga ada yang lain. Dari situ kewaswasan gw mengenai kelas ipa 1 mulai lenyap mereka dengan lapang dada menerima kekurangan gw dan menerima gw begini adanya. Tapi ada satu masalah yang muncul. Karena kelas kita diasingkan dari kelas ipa yang lain. Akhirnya hal yang tidak seharusnya terjadi terjadi juga. Kita dimusuhi oleh kelas ipa yang lain. Malah menurut gw lebih gak dianggep kita ada. Entah apa yang ngebuat kelas ipa lain berbuat gitu. Apa alasannya dan apa sebabnya gua gak mau tau. Puncaknya saat eksparasi berlangsung ipa 2 dan ipa 3 menyemangati satu sama lain sorak sorai bergema yang mengatakan mereka saudara karena sesama ipa. Yah, kita hanya bisa tersenyum toh, kita gak butuh mereka kita hanya butuh om crefs semata. Dan semuanya terbukti kita berhasil membawa pulang piala eksparasi mengalahkan kelas mereka dan kelas lain yang satu angkatan.

Trus apa y?
O,, eksparasi yang diadakan oleh pihak sekolah pada tanggal 8 Mei 2010. Itu momen terindah bagi Om crefsone dengan berslogan ANTI P(panas} kita lebih sering latihan di dalam kelas untungnya kelas kita hanya terpakai di pagi hari jadi kita selalu latihan di siang harinya. Dari situ kepribadian anak anak om crefs mulai terungkap ada yang gak bisa dibilangin ada yang kerjaannya becanda mulu ada yang kekeh banget ama pendapatnya. Pusing dah tu, latihan gak pernah sukses di awalnya sampai H-seminggu  juga kita belum dapet cerita yang srek menurut kita. Ceritanya agak kritis si, omcrefs sok sok an jadi pendemo yang menuntut haknya kepada pemerintah republic om crefsone. Kesannya jadi kaya parody berdemo gitu. Kita lebih lama menampilkan mahasiswa yang berdemo dengan di bumbui lelucon ala om crefs seperti ada dua banci yang menggangu perdebatan antara pihak pro dan kontra di tengah tengah demo. Siswi perempuan om crefs juga mempersembahkan tarian selauweut asal aceh. Kita latihan kurang lebih sebulan sebelum tampil untuk itu kita mendapatkan juara favorit dan yang gak di sangka kita memenangkan juara pertama untuk drama. Hari itu adalah hari indahnya om crefsone. kita dapet 2 piala atas nama kelas bangganya jadi anak om crefs.

     Di hari hari terakhir menjabat sebagai siswa sebelas ipa 1. Kita piknik bersama ke daerah Cibodas entah apa nama tempatnya. Tapi suasana di sana masih terngiang jelas di memori gw. Walau gak semua anak omcrefs bisa ikut tapi itu gak membuat acara ini menjadi garing. Yah,walaupun memerlukan sedikit pengorbanan yang menguras tenaga untuk mencapai tempat tujuan. Tak dielakkan kita semua puas dengan tempatnya. Apalagi dengan kehadiran bapak tercinta kita pak surochman beserta istri, ibu nevi guru yang juga ibu kandung dari Farah yang berjasa banget buat jalannya acara dan beberapa guru lain. Hari itu persahabatan dan kepedulian antar sesama om crefs terlihat jelas. Seneng banget rasanya bisa seharian jalan jalan bareng om crefs.

     Tahun ajaran pun berganti 12 juli 2010 kita resmi naik pangkat. Akhirnya kita harus meninggalkan kelas yang kita namain “kamar mayat” tersebut. Dan pindah ke kelas 12 ipa 1 yang terletak di gedung yang berbeda dan bergabung dengan kelas ipa yang lain. Di awal kelas 12 omcrefs mulai memperlihatkan kedewasaannya dalam berfikir. Guru guru bidang sosial seperti Sejarah dan PKN sering memberi tugas makalah dan mempresentasikannya untuk di perdebatkan di depan kelas kepada kita. Mereka bilang si diskusi tapi bagi gw itu bukan hanya sekedar diskusi tapi perdebatan yang hanya mementingkan ego dan keyakinannya masing masing. Bisa di bayangkan suasana di kelas pun layaknya ruang sidang yang menganggap diri sendiri adalah yang paling benar. Maklumlah beberapa dari anak omcrefs adalah anak yang aktif dalam organisasi yang membutuhkan cara berpikir yang tajam dan luas. Tapi yang gw gak suka mereka hanya mementingkan apa yang mereka pikirkan dan itu harus di terima oleh yang lain. Selagi memecahkan suatu masalah om crefs lebih bersifat over artinya kalo lo gak mau ikut apa yang diputuskan mendingan minggir aja. Kadang kadang gw juga gak setuju dengan apa yang di putuskan tapi setelah mendengar alasan yang lebih lanjut dan gw cerna akhirnya luluh juga hati gw.

     Sebaliknya, kalo lo seharian bersama om crefs pasti lo gak bakalan percaya ama apa yang gw tulis di atas. Om crefs itu anak ipa yang kelakuannya ips selagi di luar kelas kecacatan mereka mulai mekar. Biangnya si hanya 3 orang (Aqmila,Diana,Rudolf} dengan kehebatan mereka menyatukan kekuatan, mereka sukses menyebarkan virus cacat ke semua anak. Hal ini diperkuat dengan kelakuan khoiriah yang baru baru ini menampakan kecacatannya. Dia jadi humoris dan sering nyeletuk gak jelas ==. Gadis kecil yang terkenal pinter ini bisa jadi segila sekarang karna kehebatan mereka bertiga. Tapi di balik itu semua om crefs menyimpan banyak keahlian setiap mata pelajaran pasti ada jagoannya. Contoh, Shabrina di bidang bahasa inggris, Gusti di bidang fisika, Rudolf di biologi, Gadies di bahasa sunda, dan gw Niar (author numpang eksis =p) di bahasa jepang. Ada juga yang doyan nge dance (Uchi,Niki,Isti), ada yang pinter nyanyi (yang ini banyak). Dan cowonya spesialis musik, spesialis computer (Agi,Rudolf), yang doyan gambar juga banyak. Bahkan ada juga tukang make up, tukang salon, tukang baju, tukang parfum, tukang sandal, tukang jualan air kaya di stasiun, tukng banci *banci ada tukangnya?* yang disayangkan tukang tukang ini sangat pfofesional. Tau kenapa? Karna mereka gak pernah ngasih diskon ama temen mereka sendiri. Sungguh betapa profesionalnya mereka T.T.

     Tapi, ada juga loh anak yang nyebelin contohnya ada orang pinter bahkan bisa di bilang paling pinter tapi pelitnya minta ampun gw si belum membuktikan dengan mata gw sendiri. Ini hanya curhatan temen temen gw yang dipelitin ama dia. Ada juga yang sering ngasih jawaban salah tapi sekarang dia udah sedikit sadar *sedikit*. Ada juga yang suka cari perhatian guru dy dijuluki cacing di kelas. Kalo menurut gw si dia gak ada mirip mirpnya ama cacing. Tanya mbul (indah.red) aja kalo mo tau kenapa?  mbul yang buat julukan itu dan akhirnya di hak paten kan ma dia. Tanpa gw sebutin nama-namanya anak om crefs yang gaol pasti uda pada ngerti siapa siapa aja yang gw ceritain.

     Dan sesosok yang paling gw banggain di kelas adalah sang wali kelas omcrefs tercinta Bu Afrianti guru yang biasa di panggil Mom Afri ini mengajarkan Bahasa Inggris kepada kita. Dia sungguh guru yang patut di beri penghargaan karna kemuliannya menjadi guru keprofesionalan dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru dia pegang penuh. Cara ngajarnya sangat professional buktinya gw yang selama hampir 12 tahun belajar bahasa inggris gak pernah dapet nilai bagus. Bisa dapat nilai yang sangat memuaskan hanya dengan diajar olehnya. Bukan memandang guru lain gak bermutu tapi auranya mom afri sukses membangunkan semangat belajar gw . Nasehat nya juga sangat berguna membangun kepribadian kita yang harus konsisten dalam mengambil keputusan. Dia selalu mengingatkan kita jika kita berada dalam jalan yang menurut dia keliru. Tapi itulah beliau yang selalu cerewet untuk kebaikan kita. Yang selalu peduli dengan kesusahan kita. yang selalu berusaha membuat anak didiknyamenjadiorang ynag berguna bagi bangsa dan agamanya.
Terima kasih Mom untuk setiap pelajaran yang engkau berikan. untuk setiap kata yang selalu kau ucap untuk setiap doa yang selalu kau panjatkan. Semoga kita bisa membalasnya dengan sikap dan kerja keras kita untuk mencapai hidup yang layak. Dan semoga engkau selalu menemukan kemudahan dan kebahagian dalam hidupmu *amin*.

     Dan akhirnya, saat yang paling menyedihkan pun tiba. Tanggal 2,3 Mei 2011 sekolah mengadakan pelepasan angkatan 4 dengan hanya selang seminggu setelah UN. Pelepasan dilaksanakan di Lembang. Rutenya SariAter → Lembang(hotel) → kawah putih → bekasi. Tari selauweut yang pernah kami tampilkan di eksparasi tahun lalupun kembali kami tampilkan. Dengan hanya latihan seminggu kita mampu menampilkan hasil yang baik. Walaupun ada sedikit kesalahpahaman pribadi antara penyelenggara dan kami. Tapi kami masih bisa menikmati tarian itu dengan baik. Walaupun sebagian orang gak menganggap penting dan meremehkannya. Tapi, bagi kami tarian itu sangat berharga karna tarian itu yang bisa membuat kami lebih dekat dan  mengenal satu sama lain. Dan untuk tarian itu kami mengerti arti dari kerasnya latihan. Arti dari perjuangan untuk mendapatkan hasil terbaik. Arti pentingnya kekompakan dan keselarasan dalam berbagai hal. Arti tanggung jawab. Dan arti saling bekerja sama. Walaupun orang lain gak bisa menghargainya dan tak ingin melihatnya tapi masih ada kami yang ingin melihat dan menghargai kembali tetesan keringat dari kerja keras kami.

No comments:

Post a Comment